Sunday, October 18, 2009

UTS!

Di tengah malam sebelum UTS besok masih aja nulis ginian.. hahaha.

Sebenarnya karena blog ini sudah lama gw tinggalkan, jadi yah.. gw sebenarnya mau nulis kalo seminggu ini adalah saat2 UTS bagi anak2 IF-IST.. Hadooh.. Kemaren Sabtu sih sudah UTS Matematika Teknik dengan lancar.. Gw lumayan bisa sih.

Dan besok adalah UTS.. Algoritma!! Wooaaa.. What's that? Ok, coding2 gitu lah.. Tapi malam ini gw sudah siap kok. Malam ini (dan minggu2 ini juga) gw merasa ada sesuatu yang berbeda dari diri gw dibandingkan waktu masa TPB dahulu. Waktu masa TPB dulu, setiap akan menghadapi UTS, gw selalu merasa belum semua materi tercover dengan baik. Tapi sekarang, meskipun gw ada UTS marathon seperti ini, entah mengapa gw merasa lebih siap, gw merasa lebih baik dan (juga) punya mental yang lebih baik pula dalam menghadapi UTS tersebut. Gw bisa bilang pada diri sendiri, "I'm ready for it! I can do it better!" meskipun gw ga bisa jamin dapat nilai 100 waktu UTS, tapi ada suatu keyakinan bahwa gw bisa ngerjain UTS itu dengan baik. Dan itulah yang terjadi waktu UTS Matek kemarin. Gw bisa ngerjain UTS itu dengan lancar. Bener, hal seperti ini ga pernah gw rasain waktu TPB. Dulu gw selalu menghadapi UTS dengan rasa was-was.

Ok, Wish me luck then! I'm ready for this!! I'm very ready for this!! God bless us!

Wednesday, May 13, 2009

The Choir

Kenapa judulnya The Choir? Karena hari ini baru pertama kali ikut paduan suara.. baru nyoba juga sih, karena sebelumnya tidak pernah ikut hal seperti itu.

Jadi, beginilah ceritanya.
Hari ini hari Rabu, 13 Mei 2009. Jadwal praktikum TPB-ku sudah selesai, itu berarti hari Rabu ini aku libur. Sorenya, aku kembali mengadakan Doa Rosario KMK. (Kemaren hari Selasa juga sih). Saat datang pukul 17.25 ke sekre KMK, ternyata sekre masih sepi. "Huh.. apakah doa hari ini akan seperti kemarin yang sepi?" Pikirku. Kemarin hanya dihadiri 5 orang.. betapa sedikitnya yang berminat. Hari ini berapa ya? Saat itu, ada Ona yang duduk di depan sekre. Eh, ternyata Ona ikut! satu peserta telah datang.. Lalu kumasuk ke dalam sekre. Eh, ada Acid! Dia ikut juga ternyata.. Dua peserta ikut.. Setelah itu aku mengambil peralatan Doa Rosario. Aku taruh di meja sekre, sambil berharap orang-orang datang lebih banyak dari hari kemarin. Jam sudah menunjukkan pukul 17.45.. Tiba-tiba, datanglah Si Indra 'Bapoek'.. Si Anna, Ezra.. Jalmo juga.. ternyata mereka semua ikut! Wow.. akhirnya.. Setelah itu, kami berangkat menuju selasar SF (awalnya). Tapi melihat selasar Oktagon yang kosong, kami akhirnya bergegas menuju ke sana. Dimulailah Doa Rosario kami yang diikuti oleh.. 9 orang! Ternyata bertambah dibanding hari kemarin. Terima kasih buat teman-teman yang mau datang!

Singkat cerita, pada pukul 18.30, doa rosario telah selesai. Tiba-tiba terjadilah perbincangan hangat dengan Ona. Sampai akhirnya Ona bercerita ternyata harus bergegas untuk latihan Koor 'Caelicola Choir' di GEMA (Gereja Mahasiswa). Tidak lupa ternyata Ona mengajakku. 'Apa itu?' itulah pertanyaan pertamaku. Kenapa tiba-tiba aku jadi penasaran ya? Sambil bertanya-tanya, kami berjalan kembali ke Sekre, sambil memasukkan alat-alat Doa Rosario. Saat keluar pintu Sekre, tiba-tiba datanglah "Kong" a.k.a mc_beet a.k.a Ivan.. hehehe.. Kemudian mereka mengajak untuk ke GEMA juga. "Okelah, aku pengen lihat sebentar seperti apa sih Caelicola Choir itu.. Sampai ketemu di GEMA ya!" kataku. Sesampainya di sana, setelah makan bareng di depan GEMA, dimulailah latihan Choir tersebut. Aku yang masih belum tahu apa-apa tentang Choir diajak oleh 'Kong' untuk mencoba posisi suara Bass terlebih dahulu. "Ooh.. jadi seperti ini ya latihan Choirnya.." batinku. Setelah mencoba bernyanyi satu lagu, aku mencoba posisi suara Tenor. Ada Daniel, Nono dan Abil yang ternyata Tenor juga. Mereka mengajariku banyak hal tentang Tenor.

Setelah merasakan Tenor dan Bass, aku jadi bingung juga, suaraku sebenarnya lebih cocok masuk kemana? Setelah menyanyikan beberapa lagu, Daniel mencoba mengetes suaraku. Namanya ambitus rupanya.. (baru dengar kali ini istilah itu.. hihihi..) Setelah menguji suaraku dengan nada-nada organ, Daniel dan juga Nono menyimpulkan, kelihatannya aku lebih cocok untuk masuk ke suara Tenor. "Ooo.. begitu ya.." dengan penuh kebingungan aku merespon mereka. Banyak hal baru yang aku pelajari di Choir ini. Setelah menyanyikan lagu terakhir, aku memperkenalkan diri dan mereka semua mengucapkan selamat datang kepadaku. Wow.. ternyata ikut Choir menyenangkan juga ya! O iya, ada latihan lagi hari Sabtu besok jam 6 sore.. Semuanya berawal dari ajakan Ona, pengen lihat Choir sebentar.. Eh, malah ikutan deh!

Salamku buat Caelicola Choir!

Sekian ceritaku hari ini.. :)

Thursday, April 2, 2009

Hidup itu seperti Berlari menuju garis Finish

hari ini hari yg membuat saya merasa amat sangat sial dan sebel..

tapi akhirnya Happy Ending oq..

Dimulai Pagi Tadi
Aku sampe nggak kuliah Fisika gara2 jam wekerku baterainya habis
Sebenarnya sudah bangun sih, waktu itu melihat jam disamping bantalku menunjukkan 4 pagi
ya udah, tidur lagi deh
kemudian bangun lagi
koq, liat jam masih menunjukkan pukul 4 pagi?
Dan ini sudah terang sodara2!!
Liat jam di HP, busyet!! Ini jam 08.30!! Berarti aku ngga ikut kuliah pagi Fisika dari 07-09..
langsung bergegas ndak mandi, ganti baju, brangkat ke kampus..
parkir mobil, lari2 ke GKU Barat untuk mengikuti kuliah selanjutnya.. Kalkulus
Eh, di deket pintu GKU malah ketemu Dosen fisikaku.. Mr. Bagoes Endar.. Blaik!!
Tampaknya dia mengenaliku, lalu menyapa, "Hayo, tadi nggak masuk ya?"
Aku jawab, "Iya pak, kesiangan oq Pak.." dan berlalulah dia.. fiuhh..
Akhirnya mengikuti kelas Kalkulus

...
Kuliah selesai juga akhirnya pada jam 11, dilanjutkan kuliah rangkaian elektrik sampe jam 12 yg ternyata kuis mendadak..

Tapi cobaan masih belum selesai
Hari ini adalah hari saatnya UTS OLAHRAGA yg sangat.. Arghhhh!!! *!%$?#@!!!!!
Tepatnya jam 3 sore
Segera aku brangkat jam 14.40.. inilah cobaan berikutnya
Pas berhenti di bangjo, secara tidak sadar tuas tranmisi tergeser ke R (reverse)
mobilnya mundur pelan tanpa aku sadari.. dan.. "duk"..
Itulah bunyinya, terkena Honda CR-V di blakangku
Blaik, jantungku rasane wes meh copot
bejo CR-Vne ndak napa2, pas takliat bemper belakangku mbaret sitik sepanjang 1cm sih..

...
Sesampainya di Saraga
Mati aku, pembantaian kakiku baru akan segera dimulai
Padahal minggu lalu saat ujicoba lari pertama kali, sampe 18.03 menit.. itu ndak lulus yo.. batesnya 18 menit..
(FYI Spesifikasi UTS OR : Lari 6x Lap di Saraga, @400meter, total 2.4KM, harus dibawah 18menit!! Bayangkan, beratku aja 75 kg dan jarang latihan lari.. )
Kali ini aku berlari giliran kedua. Partnerku (namane Ramos kalo ndak salah) lari sek, aku yg ngitung'i..
Kyaaa!! Partnerku 13.45 menit!! Aku mengko kayak piye ki.. Wes makin desperate ae

(10 Menit Kemudian)
It's my time now..
Priittt!! peluit yg menggelegar menyeramkan menandai dimulainya pembantaian ini
Eit, masih ada cobaan berikutnya
Pas lari, terjadilah hujan yg semakin deras
Padahal pas partnerku tadi gerimis tok lho
...
Jadilah saya berlari di tengah guyuran air
lintasan yg becek menyumbang cipratan tanah di bajuku
mengisi air dan pasir di dalam sepatuku (halah)

(beberapa belas menit kemudian)
Ayo.. ini lap terakhir
jangan jalan, terus lari
ya.. itu garis finish sudah dekat
dan..
Akhirnya
selesai sudah my last trial today
Brapakah waktuku?
...
...
Dari mulut partnerku terucap, "Enam belas menit tiga puluh detik"
JDERR!!!
Semua rasa pusing, capek, sakit serasa hilang..
Akhirnya aku lulus sodara2!!

At last.. semua cobaan hari ini terbayar dengan UTS OR ini..
Terima kasih Tuhan!!

Pesan Moral : hadapilah cobaan hidup dengan tabah & sabar, pada waktunya Tuhan akan memberikan hadiah untukmu..

Thursday, February 12, 2009

Menangkap Cahaya.. Dan Melukiskannya..


Setiap pandangan yang mempesona,
Menuliskan sebuah rekaman di benakku,
Rekaman yang tertulis oleh cahaya,
Oleh cahaya yang melalui mataku

Setiap keindahan dunia,
Setiap ciptaan-Nya yang semesta,
Menorehkan masing-masing cerita,
Cerita yang terus berjalan nyata

Ingin aku menangkap cerita itu,
Lewat cahaya yang dipancarkannya,
Melukiskannya dalam satu waktu,
Dan membagi sebuah cerita

Kuperintahkan pelukis terkenal itu,
Untuk melihat sebuah cerita,
Dan melukiskannya satu per satu.
Pelukis itu adalah.. Kamera.

Ketika mataku searah dengannya,
Ketika ia memberiku seberkas cahaya,
Ketika hatiku sejalan dengannya,
Kuperintahkan sebuah kedipan lensa.

Sejenak kurasakan kedipan penuh makna,
Sebuah getaran pelukis di dalam genggaman,
Saat ia telah menangkap cahaya,
Saat ia sedang menorehkan sebuah lukisan.

Terciptalah sebuah cerita,
Dimana bisa kubagi bersamamu,
Dimana orang bisa merasakan cahaya,
Cahaya yang pernah melalui mataku.

Aku rindu saat-saat itu,
Saat ketika aku bisa melukis,
Saat ketika indahnya cahaya melaju,
Membiarkan diri untuk dilukis.

Kini kutinggalkan pelukis itu,
Namun bukan selamanya tak tentu,
Karena suatu waktu,
Akan tiba saatnya bertemu,
Mengulang masa-masa dahulu,
Masa menangkap cerita baru,
Dan melukiskannya di hatiku.


(Bandung, 12 Februari 2009, 21:10 WIB)
(Kerinduan seorang Tukang Foto pada kameranya)